Benteng Amsterdam, Negeri Hila, Maluku Tengah, Maluku

Menjelang Sunset dari Benteng Amsterdam
Masih dari Jazirah Leihitu di pulau Ambon kali ini di Negeri Hila. Sama dengan negeri Morella, negeri Hila masuk dalam kabupaten Maluku Tengah. Jarak dari kedua desa ini tidak terlalu jauh. 

Menurut om Wikipedia Benteng Amsterdam adalah bangunan kedua yang didirikan oleh Belanda setelah Casteel Vanveere di Negeri Seith hancur. Benteng Amsterdam merupakan salah satu bangunan tua yang berusia ratusan tahun dan merupakan bagian dari sejarah  penguasaan VOC di Ambon, Maluku.

Pada tahun 1512 benteng ini pertama kali dibangun oleh bangsa portugis dibawah pimpinan Fransisco Sirrao. Dan menjadi pusat perdagangan rempah rempah dari daerah sekitar Maluku. Benteng ini menjadi objek vital bagi bangsa portugis saat itu.

Pada tahun 1605, bangsa belanda mulai menduduki Ambon. Kemudian Bangsa Belanda pun mengambil alih benteng ini dari bangsa Portugis dan menjadikan benteng ini menjadi pusat pertahanan mereka. Begitulah sekilas sejarah benteng ini.

Nah sekarang Benteng ini menjadi salah satu objek wisata yang sering dikunjungi di pulau Ambon. Kondisi benteng ini pun bisa dibilang terawat dengan baik. Konstruksinya pun masih kokoh. Nah kalo kesini itu pasnya pas sore menjelang sunset, pasti akan lebih cantik dan keren.

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reaksi: 

Tanjung Letang, Morella
Bicara soal wisata bahari memang Maluku tidak ada matinya, kalo orang Ambon bilang "seng ada lawang" haha. Tidak jauh dari ibukota provinsi Maluku yaitu kota Ambon. Tepatnya di negeri Morela, bagian utara pulau Ambon.

Secara Administrasi negeri Morella termasuk dalam kabupaten Maluku Tengah, namun berada di pulau Ambon sama halnya dengan Negeri Tulehu. Negeri yang berada di Jazirah Leihitu pulau Ambon ini memang berada di pesisir pantai dan berhadapan langsung dengan pulau Seram.

Tanjung Letang atau juga sering disebut Lubang Buaya (ngak tau kenapa disebut begitu) merupakan sebuah pantai yang menjadi spot diving dan Snorkeling favorit di pulau Ambon. Belum pernah nyoba sih tapi katanya memang bawah lautnya keren dan terumbu karangnya juga masih bagus. Soalnya banyak sekali wisatawan asing maupun lokal yang sering sekali melakukan kegiatan bawah laut disini.

Dari kota Ambon dapat ditempuh menggunakan kendaraan darat dengan waktu kurang lebih 1 jam ke negeri Morella, kemudian dilanjutkan menuju pantai ini sekitar 15 menit. Pantai ini juga sering menjadi tempat camping bagi mahasiswa mahasiswa pencinta alam di kota Ambon.

Jadi kalo ke kota Ambon, harus mampir ke sini untuk diving atau snorkeling. Kalaupun tidak, bisa saja datang bersantai disini karena pemandangan nya juga keren.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reaksi: 

Jembatan Watdek yang menghubungkan kota Tual dan kabupaten Malra
Maluku, mungkin anda pernah mendengar kata itu. Salah satu provinsi di timur Indonesia ini memang cukup familiar untuk orang indonesia. Provinsi yang beribukota Ambon ini memang cukup dikenal banyak orang; mulai dari yang katanya kebanyakan orang Maluku itu kasar/jahat, kejadian masa lalu di tahun 1999 dan juga banyak dikenal dengan daerah wisata budaya dan bahari yang sangat kaya.

Well...kita fokus ke kalimat yang terakhir saja ya (kaya akan wisata alam dan budaya). Sebagai provinsi dengan daerah kepulauan di indonesia, Maluku memiliki ratusan mungkin ribuan gugusan pulau pulau kecil. Salah satunya adalah kepulaun Kei yang berada di bagian tenggara provinsi ini.

Kata "Kei" mungkin cukup familiar untuk sebagia orang khususnya yang tinggal di daera ibukota Jakarta. Haha..tapi ini bukan soal Jhon Kei dkk loh. Ini soal tempat asalnya kaka Jhon Kei itu yaitu kepulauan Kei.

Kepulauan Kei sendiri terbagi atas 2 yaitu Kei kecil dan Kei besar. Kei kecil merupakan daerah kepulauan dengan pulau pulau kecil sedangkan kei besar merupakan pulau terbesar di Maluku Tenggara. Kei besar sendiri tidak kalah bagusnya dengan kei kecil namun berhubung saya belum sempat ke sana jadi kita fokus ke Kei kecil saja dulu. hehe. Mudah mudahan segera saya bisa berkunjung kesana.

Dulu Kepulauan Kei ini lebih dikenal sebagai Kabupaten Maluku Tenggara dengan ibkotanya Tual. Namun pada pada tahu 2007 yang lalu kota Tual mulai memisahkan diri dari kabupaten Maluku Tenggara kemudian menjadi Kotamadya. Kini Kepulauan Kei terdiri dari Kotamadya Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara yang beribukotakan Langgur. Dua daerah ini hanya dipisahkan oleh sebuah jembatan yang bernama Watdek atau Usdek yang menghubungkan antara kota Tual dan kota Langgur.

Untuk soal pariwisata, saya rasa Kepulauan Kei menjadi daerah yang cukup lengkap. Apalagi untuk kategori wisata bahari, kepulauan Kei bisa disebut rajanya.

Berikut beberapa tepat di kepulauan Kei yang wajib dikunjungi khusunya bagi para wisatawan;
  1. Pantai Pasir Panjang atau Ngurbloat. Untuk pantai yang satu ini memang tidak terbantahkan lagi keindahannya.Pesisir pantai yang memiliki ukuran yang sangat panjang dengan tekstur pasir yang  sangat halus seperti tepung dan air lautnya yang sangat jernih. Sebenarnya mengapa sampai pantai ini memiliki pesisir yang sangat panjang, itu karena pantai ini terdiri dari dua pantai yaitu Pantai Ngurbloat dan Pantai Ngursawain yang bersebelahan.
    Pantai Ngurbloat dan Ngursawain
  2. Ohoiew Island. Pulau Ohoiew terletak di desa Ngilngof, Maluku Tenggara. Jaraknya cukup dekat dan dapat dijangkau menggunakan speed boat dengan waktu sekitar 15 menit dari desa Ngilngof atau Pantai Ngurbloat. Di pulau ini terdapat sebuah resort yang dapa di sewa pengunjung untuk meningap. Namanya Ohoiew Country Club. Pulau ini juga memiliki pasir putih di pesisir pantainya dan cukup bagus untuk kegiatan snorkeling.
    Resort Ohoiew Country Club
  3. Pulau Bair. Pulau Bair terletak di bagian barat kota Tual, tepatnya di desa Dullah Laut. Dengan waktu sekitar 40 menit menggunakan speed boat dari desa Dullah Darat. Pulau Bair merupakan gugusan pulau pulau karang kecil. Dibagian tengah pulau bair terdapat laguna dengan air lautnya yang berwarna biru tosca yang sangat menggoda.
    Tebing batu karang di sekitar pulau Bair
  4. Pantai Ngurtravur. Pantai ini juga sering disebut dengan nama snake island karena bentunya seperti ular juka dilihat dari udara. Panjangnya sekitar 2 kilometer dengan pasir putih dan air laut yang jernih di sisi kanan dan kiri. Pada bulan bulan tertentu kita juga bisa menjumpai burung burung pelikan yang migrasi dari australia di sini. Jarak Pantai ini cukup jauh, kita dapat menggunakan transportasi laut dari desa Debut deng estimasi waktu sekitar 1-2 jam.
    Sumber foto: Google
  5. Goa Hawang. Goa ini terletak di desa Letvuan. Sekilas goa ini mempunyai kesan mistis saat pertama kali datang kesana apalagi kalo waktu sunyi. Yang spesial dari goa ini adalah air di dalam goanya yang berwarna biru tua dan sangat mempesona.
    Goa Hawang
  6. Kolam Pemandian desa Evu. Kolam letaknya tidak terlalu jauh dari desa Letvuan. Tempat ini seringkali menjadi salah satu tempat tujuan wisata para warga sekitar khususnya untuk wisata air tawar. Kolam ini cukup luas dan dalam dan yang pasti airnya jernih. Kolam ini juga merupakan salah satu sumber air bersih untuk warga sekitar.
    Kolam Pemandian desa Evu
  7. Ohoi Disuk. Ohoi Disuk merupakan salah satu sebuah desa di kabupaten Maluku Tenggara. Desa ini terkenal dengan panorama alamnya dan wisata religi dimana terdapat patung bunda Maria.
    Ohoi Disuk
  8. Batu Kapal. Batu Kapal terletak di desa Sathean. Jarak desa ini cukup dekat dengan bandara Langgur. Batu kapal merupakan pulau batu karang yang berada di dalam teluk desa sathean. Air laut di sekitar batu kapal sangat jernih dan berwarna biru tosca. Untuk menikmati panorama batu kapal ini kita bisa bersantai di lumba lumba cafe di sekitar batu kapal atau juga bisa berperahu ria mengelilingi batu kapal.
    View batu kapal dari lumba lumba cafe
  9. Taman Kota Tual. Sebagai kota yang masih terbilang baru, kota Tual memang sudah berbenah dengan tata kota yang di buat rapi dan bersih. Salah satu yang menarik adalah banyaknya ruang hijau yang diciptakan di sekitar kota. Salah satunya taman yang berada tepat di depan kantor walikota Tual. Kondisi taman ini terlihat asri dan sangat nyaman dan sangat cocok untuk tempat santai di tengah kota.
    Tugu perjuangan di depan taman
  10. Rumah Kopi Saraba. Nah kalo yang satu ini ga boleh terlewatkan. Letaknya berada di Langgur dan berdekatan dengan jembatan watdek. Ini nih salah satu tempat nongkrong di sana. Aneka macam makanan dan miuman tersedia disini. Berbentuk rumah panggung rumah kopi ini juga menyediakan keramba ikan yang berada tepat di tengah, para pengunjung yang ingin makan ikan segar pun bisa langsung memilih ikan. Sore kita bisa menikmati sunset dari sini.
    Keramba ikan di bagian tengah rumah kopi Saraba



Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reaksi: 

View bagian timur pulau Bair, Tual
Baru baru ini ada salah satu tempat wisata keren di Maluku yang lagi booming, katanya mirip Raja Ampat yang ada di Papua Barat makanya sering dibilang Raja Ampat mini di Maluku. Rasa penasaran membuat kami menggebu gebu untuk harus datang ke tempat ini. haha

Pulau Bair, itu nama tempatnya. Berada di desa Dullah Laut kota Tual, kepulauan Kei, Maluku. Sekitar 15 menit jalan darat ke desa Dullah Darat kemudian menggunakan speed boat dengan waktu sekitar 45 menit untuk menuju Pulau Bair ini.

Tarif boat untuk menuju pulau Bair ini dipato 500ribu rupiah untuk antar jemput. Tapi kalo pintar pintar nawar sih bisa aja dapat harga dibawah itu, kita aja kemaren dapat 400ribu pulang balik. hehe

Sepanjang perjalanan menuju pulau Bair kami disuguhi pemandangan yang keren, lautnya yang biru sangat memanjakan mata. Kadang kita juga bisa melihat terumbu terumbu karang di bawah laut sepanjang perjalanan. Kami juga melewati beberapa pulau di sekitar desa Dullah Laut, ada yang berpenghuni dan ada juga yang tidak.

Salah satunya pulau burung, pulau yang tidak berpenghuni ini sangat cantik dilihat. Berukuran cukup kecil dengan pasir putih di sekelilingnya. Ada juga beberapa pulau yang menjadi pabrik mutiara. Sepanjang perjalanan kita juga bisa melihat sangat banyak tanaman agar agar yang menjadi budidaya masyarakat sekitar.

Memasuki pulau Bair kami disuguhi oleh pemandangan batu batu karang raksasa, ternyata ini mengapa banyak orang yang bilang kalo ini Raja Ampatnya Maluku. Semakin dekat dengan pulau Bair, air laut pun mulai berubah dari yang tadinya biru tua kini menjadi Biru tosca.

Pulau Bair ini sebenarnya seperti laguna yang di kelilingi oleh batu batu karang besar dengan warna air lautnya yang mempesona. Kita juga bisa memanjat tebing ke atasa karang disekitar pulau Bair namun harus hati hati dan pakai alas kaki yang tebal karena tebing karangnya sangat tajam *sandal swallow saya saja hampir tembus :)

Untuk snorkeling mungkin ga bisa di dalam laguna pulau Bair ini karena berpasir, tap di sekitar pulau Bair ini sangat menjanjikan untuk snorkeling. Sepanjang perjalanan saja kita bisa lihat terumbu karangnya. Ada juga beberapa spot yang bagus disekitar nya.

Pulau Bair ini masih terbilang perawan, semua semuanya masih alami. Pada celah celah karang kita bisa melihat ikan ikan yang berukuran cukup besar bermain main. Sayangnya pada waktu kemarin yag kami kesana itu sudah mulai ada sampah sampah plastik yang mulai bertebaran di sekitar. Ada info juga beberapa pengunjung sering kali mengambil anggrek liar yang tumbuh di sekitar pulau Bair untuk di bawa pulang.

Yah..cuma mau bilang; sayang aja kalo tempat yang keren kayak begini tidak kita jaga. Kadang kita sangat membangga banggakan suatu tempat tapi tidak tahu harus menjaganya.

nb; foto foto ini di ambil menggunakan lensa fix 50mm. jadi versi widenya gak ada. karena waktu itu kamera saya bermasalah dengan lensa yang tidak bisa di lepas :(
Pesisir desa Dullah Darat
Anak anak sekitar yang sedang memancing di pinggir pantai
Menuju pulau Bair, sebelah kanan pulau Burung
View sepanjang perjalanan
Dolfy memimpin di depan
Laguna bagian tengah pulau Bair
Pulau karang kecil di Pulau Bair
Dolfy yang mengantar kami dengan kakaknya di pulau Bair
Tebing tebing batu karang di Pulau Bair

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reaksi: 

Nelayan yang sedang menjaring ikan di sore hari, desa Labetawi, Tual
Sunset merupakan moment yang selalu diburu ketika berpergian atau bahasa kerennya travelling. Moment dimana  matahari mulai tenggelam ini memang selalu primadona, dimana cahaya orange kemerahan mulai muncul menggantikan birunya langit. *aih...bahasanya berat. Haha

Di pulau kei, spot sunset yang keren selain di pantai Ngurbloat, Maluku Tenggara ada juga di sekitar Kota Tual. Tepatnya di desa Labetawi sebelah barat kota Tual. 

Berawal dari mengecek harga boat untuk menuju Pulau Bair di desa Dullah Darat, niatnya pengen ke pantai Difur namun katanya lautnya lagi berombak dan tidak cocok untuk berenang. Kemudian kami singgah di desa Labetawi yang kebetulan sejalur ke pantai Difur.

Mulailah kami mencari tempat santai untuk duduk dan kebetulan ada sebuah dermaga kayu milik masyarakat setempat. Kami pun mulai duduk cantik sembari menunggu sunset disana. Menjelang sunset ada seorang bapak dan anak yang mulai bergegas melepas perahu mereka kemudian mulai menjaring ikan di sekitar pesisir pantai.

Memang di sekitar pantai banyak sekali gerombolan ikan ikan kecil yang bermain main. Di sekitar pantai saja banyak ikannya apalagi di tengah lautnya. hehe. Memang maluku memang kaya.

Kalo berada di kota Tual, kepulauan Kei dan ingin mencari spot sunset maka desa Labetawi ini salah satu rekomendasi.
Pesisir desa Labetawi
Dermaga kayu desa Labetawi
Perahu nelayan berlabuh di pesisir desa
Seorang ayah dan anaknya yang mulai menjaring ikan
Menarik jaring ikan
Dua bocah setempat yang sedang bermain
Matahari mulai tenggelam
Setelah sunset

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
Reaksi: